Saturday, February 21, 2009

Metamorfosa Farid Hardja

Oleh : Denny Sakrie

Farid Hardja adalah sosok unik dalam industri musik pop Indonesia. Mungkin, Farid Hardja yang dilahirkan di Sukabumi, Jabar, tahun 1950, adalah sedikit dari insan musik pop yang bertahan dalam tiga dasawarsa tanpa jeda sedikit pun. Popularitasnya tiada pernah pudar. Dari paruh era 70-an hingga akhir era 90-an, Farid tetap eksis dan senantiasa mencetak hits besar.

Jika mengamati sepak terjang penyanyi bartubuh tambun ini dalam kancah industri musik pop, maka terkuaklah elemen yang menunjang masa popularitasnya yang panjang: Farid selalu menyusupkan metamorfosa baik dari sosok maupun format musiknya. Dan, yang paling tepat bahwa Farid senantiasa menyesuaikan diri dengan pergeseran waktu. Dia tak pernah stagnan. Selalu berubah, berubah, dan terus berubah.

Sosok Farid, awalnya dikenal dengan penampilan yang mirip Elton John: berkepala agak botak dan gonta-ganti kacamata, dan pada akhir hidupnya ia berdandan bak saudagar dari daratan Afrika. Lalu mulailah muncul sederet metamorfosis dari genre musik hingga fashion. Sederet hits pun mencuat mulai dari Karmila (1977) hingga Ini Rindu (1991).

Modal utama yang dimiliki Farid adalah karakter vokal yang lentur. Kelenturan timbre vokal inilah yang membuat dia mampu menyeruak di arus tren yang tengah kencang mengalir. Bayangkan, Farid dengan terampil dan cerdik menempatkan atmosfer vokalnya dalam bentuk rock n'roll, rock, pop, reggae, R&B, jazz, gospel, disko, rap, hip-hop, keroncong, hingga dangdut sekalipun. Ini sebuah talenta yang luar biasa.

Tak hanya itu, Farid pun dianugerahi bakat musik yang komplit. Bukan hanya menyanyi yang dikuasainya, melainkan ia juga sosok komposer yang mumpuni. Farid mampu menulis melodi bernuansa catchy yang bersanding dengan lirik-lirik yang segar, imajinatif sekaligus komunikatif. Dengan sederet keistimewaan yang dimilikinya itulah, maka mendiang Farid bisa dianggap mampu menaklukkan selera publik.

Awal karier

Farid Hardja memulai karier musiknya di tahun 1966, di saat negeri ini mengalami transisi dari era Orde Lama ke Orde Baru. Saat itu demam British Invasion masih melanda dunia. Di Bandung, Farid telah bergabung dalam grup De Zieger yang memainkan rock and roll yang antara lain menyanyikan repertoar The Rolling Stones. Tak hanya di Bandung, ia yang saat itu memiliki rambut kribo ala Afro Look, mulai bergabung dengan sejumlah band rock yang bermarkas di Jakarta, seperti Cockpit yang dibentuk Abulhayat (1974) juga bergabung dalam Brotherhood dan Brown Bear di tahun 1975.

Setahun berselang Farid Hardja kembali ke kampung halamannya, Sukabumi, dan membentuk grup Bani Adam yang lebih dominan memainkan warna rock and roll dan sedikit R&B, juga country. Bani Adam lalu menjadi pusat perhatian, apalagi grup berbentuk kuintet ini menggunakan nama yang kurang lazim. Saat itu nyaris semua band menggunakan nama berbahasa Inggris sebagai jatidiri. ''Kenapa memakai nama Bani Adam, karena kita ini semua adalah Bani Adam atau ummatnya Nabi Adam. Sebagai manusia kita harus paham asal usul kita,'' itulah yang diungkapkan Farid Hardja suatu ketika.

Di tahun 1977, Jackson Records & Tapes milik Jackson Arief mulai merilis debut album Farid Hardja bersama Bani Adam dengan nama Farid Bani Adam yang melejitkan Karmila. Sayangnya, introduksi lagu ini menjiplak intro lagu Peace of Mind, grup rock Boston. Bahkan kejadian yang sama berulang lagi ketika Farid Bani Adam merilis album kedua bertajuk Specials dengan hits 'Ikan Laut Pun Menari di Bawah Tanganmu' yang ternyata memelintir lagu Lyin 'Eyes', grup country rock The Eagles. Untungnya, Farid menyadari kekeliruan tersebut. ''Saya mengakui kesalahan konyol itu dengan menjiplak lagu milik orang. Tapi, saya berjanji tak akan mengulanginya lagi'' ungkap Farid. Kejujuran ini memang patut dihargai.

Silih berganti

Yang pantas dicatat bahwa dalam setiap albumnya, Farid ternyata tidak pernah menggunakan pemusik yang sama. Formasi Bani Adam pun selalu berubah. Beberapa nama pun silih berganti mendukung Bani Adam, mulai dari Eddy Manalief, Nurish Iskandar, dan Max Rondonuwu. Bahkan pemusik tenar seperti Elfa Secioria, Jimmie Manoppo, Dodo Zakaria, Billy J Budiardjo, Oetje F Tekol pun ikut mendandani tatanan musik Farid Bani Adam.

Dalam catatan, Farid telah berduet dengan sederet penyanyi tenar dan berkarakter kuat semisal Achmad Albar, Gito Rollies, Euis Darliah, Endang S Taurina termasuk berduet dengan penyanyi dangdut Anis Marsella, Merry Andani, maupun Mario.

Dalam sisi penulisan lirik, Farid memiliki keunggulan. Pertama, selalu menulis lagu bertema cinta, tapi dengan sudut pandang yang melankolik, terkadang malah lebih terasa unsur humor bahkan satir. Simaklah penggalan lirik Karmila :
Kau berulang tahun
Ku tuang minuman ke dalam gelas
Pada saat itu
Ku tahu usia mu baru sebelas
Oh, Karmila.

Kedua, Farid juga cepat menangkap fenomena yang tengah berlangsung di masyarakat pada era tertentu, semisal lagu Bercinta di Udara yang diangkat dari tren penggunaan radio komunikasi antara penduduk (CB Radio) yang marak pada era 80-an.

Papa alpha charlie alpha romeo
Mengajakmu gombal di udara
Memang cinta asyik di mana saja
Walau di angkasa

Ketiga, Farid pun tak jarang menyelusupkan lirik yang berbau protes dan terkadang menyentuh zona politik. Misalnya lagu Jakarta Sayang, Jakarta Malang, Partai Sembako, Runtuhnya Tembok Berlin, dan masih sederet panjang lagi.

Di sela karier musiknya yang padat dan komplit, Farid di masa hidupnya pun pernah memperlihatkan kemampuan akting di beberapa film layar lebar, mulai dari Tante Sundari (1977), Bandit Pungli (1977), Sayang Sayangku Sayang (1978), dan Ini Rindu (1991). Dua judul film terakhir lebih tepat disebut sebagai film otobiogrofi Farid Hardja.


Pada tanggal 27 Desember 1998, Farid Hardja mengembuskan napas terakhir. Farid, sang penghibur itu memang telah berlalu. Tetapi karya-karyanya masih bergaung hingga kini.
Engkau sahabatku, penghibur isi dunia
Engkau sahabatku, yang selalu menghibur mereka

Diskografi

1.Karmila - Farid Bani Adam (Jackson Records,1977)
2.Special Edition - Farid Bani Adam (Jackson Records,1977)
3.New Bani Adam - Farid Bani Adam (Musica Studios 1978)
4.Tinggal Bersama (Original Soundtrack) - Farid Bani Adam (Musica Studios 1978)
5.Pohon Cinta - Farid Bani Adam (Nusantara Records,1979)
6.Asmara - Farid Bani Adam (Virgo Ramayana Record,1979)
7.Tangis dalam Senyum - Farid Bani Adam (Virgo Ramayana Record,1980)
8.Majalah Femina - Farid Bani Adam (Virgo Ramayana Record,1980)
9.10 Lagu Terbaik Farid Bani Adam - Farid Bani Adam (Jackson Records,1981)
10.Terbuka Tirai Jendela Cintaku - Farid Bani Adam (Jackson Records,1982)
11.Bercinta di Udara - Farid Hardja (RCA,1983)
12.Jakarta Sayang, Jakarta Malang - Farid Hardja (WAA/Purnama Record,1983)
13.Tragedi/Korban Marihuana - Farid Hardja (RCA 1984)
14.1,2,3/Tangan Baja - Farid Hardja & Achmad Albar (Varia Nada Utama,1984)
15.17 Tahun ke Atas - Farid Hardja (RCA,1985)
16.Superstar Jagorawi - Farid Hardja (RCA,1985)
17.La Fender - Farid Hardja (Sokha ,1986)
18.Irama Sofy Sofy - Farid Hardja (Sokha,1986)
19.Sop Dihidangkan - Farid Hardja & Gito Rollies (Sokha,1986)
20.Jangan Menangis - Farid Hardja (RCA,1986)
21.Kacamata Memburu Cintrak - Farid Hardja (RCA,1987)
22.Timur Tengah - Farid Hardja (RCA,1987)
23.Kacamata/Rockn'roll '87 - Farid Hardja (RCA,1987)
24.Asmara Ilala - Farid Hardja & Euis Darliah (Blackboard,1988)
25.S.O.S - Farid Hardja (Metrotama,1990)
26.Demam Disco - Farid Hardja (Art Record/Union Artist 1990)
27.Ini Rindu - Farid Hardja & Lucky Resha (Metrotama 1991)
28.Romantika D'Amour - Farid Hardja & Lucky Resha (Metrotma,1992)
29.Selamat Datang Asmara - Farid Hardja & Endang S.Taurina (Metrotama,1993)
30.Nonstop Mega Discomix - Farid Hardja (Blackboard,1994)
31.Ayam - Trio FAM (Farid Hardja,Anis Marsella,Merry Andani) (Metrotama,1994)
32.Cinta Damai - Farid Hardja (MSC Record,1996)
33.Varia Bengawan Solo - Farid Hardja (Gema Nada Pertiwi,1996)
34.Opera Anoman - Farid Hardja (PT Aquarius Musikindo,1997)
35.It's Now or Never - Farid Hardja (Life Records,1997)
36.Musik Masak - Farid Hardja (Elang Mustika,1998)
37.Partai Sembako - Farid Hardja (Calista 2000,1999)
38.Cut Cut Cut - Farid Hardja & Barbie (Calista 2000,1999)
39.Obat Cinta - Farid Hardja (Calista 2000,1999)
40.Very Best Of Farid Hardja - Farid Hardja (Gema Nada Pertiwi,2004)
41. Di,di..hi,di.Da,da, da,ha - Farid Hardja & Non Block.(1984)

Dimuat di Harian Republika, Senin, 26 Februari 2007



Komentar :

ada 2 Komentar ke “Metamorfosa Farid Hardja”
Anonymous said...
pada  

Sangat suka dengan lagu Farid Harja..sayang tidak ada lagu Terbuka Tirai cintaku..mungkin diantara teman2 ada yg punya lagu itu tolong di share GAn...Maju terus musiku345..Bravo

Anonymous said...
pada  

kalo lagunya yang liriknya seperti ini lagunya farid harja bukan?
suatu saat kita nanti pasti akan jatuh hati
hari ini aku merasakan..
nikmatnya kasih asmara membuatku jatuh cinta
hati pun jadi berbunga-bunga...
asmara...marilah...bercinta...
asmara...marilah...bercinta...
klo bukan maaf ya..klo bener, uh judulnya apa?

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...